Lah, Kenapa Friendster Jadi Begini? by Olan

Hi Readers.

Gue sedang menikmati liburan kuliah ini di semester 3 dengan nyapu halaman rumah, nyapu rumah, cuci piring, kasih makan peliharaan, buka gerbang dan kunci dua gerbang, nyemprot kamar, dan kunci pintu-pintu. Liburan yang sangat produktif.

Jujur, gue bingung banget. Gue iseng-iseng untuk membuka postingan yang terdahulu dengan judul "Sekarang, Bukan Friendster yang Dulu Gue Tahu by Olan". Lalu, gue mencoba untuk meng-klik friendster.com. Hasilnya seperti ini:

Gue bingung. Karena gue nggak ngerti bahasa yang tertulis diatas.

Lalu, gue cari di Mbah Google:

dari detikinet: http://inet.detik.com/read/2016/01/20/110305/3122542/398/friendster-sudah-benar-benar-mati

dan dari kompas.com: http://tekno.kompas.com/read/2015/06/19/08260067/situs.friendster.tutup.lagi

Dikutip dari kompas.com:
Situs friendster.com ditutup sejak Minggu, 14 Juni lalu (2015). Ini adalah kali kedua layanan tersebut menutup akses situsnya sejak didirikan tahun 2002.

Pertama, Friendster ditutup saat fungsinya masih sebagai platform jejaring sosial pada 2009. Di tahun yang sama, Friendster dibeli taipan negeri jiran Malaysia dan pada 2011 resmi beralih fungsi menjadi portal social game online.
Dan
Ke depan, tak menutup kemungkinan Friendster bakal lahir kembali (reborn) untuk kedua kalinya. Hal ini diisyaratkan melalui keterangan penutup dari Friendster pada situsnya.

Terima kasih, Friendster, sudah mengisi hari-hari ku pada saat SMP.